3gp sex mertuaku yang mulus


23-Jun-2018 08:18

Setelah merasa cukup kuat lagi, sekarang aku mulai bersenam lagi, disamping untuk melemaskan tubuh, juga kuharapkan tubuhku bisa cepat kembali ke bentuk semula yang langsing, karena memang postur tubuhku termasuk tinggi kurus akan tetapi padat.

Setelah mandi aku langsung makan dan kemudian meneteki si kecil di kamar.

Memang selama ini kedua mertuaku tinggal di Amerika bersama dengan anak perempuan mereka yang menikah dengan orang sana. Sejak adanya ayah di rumah, ada perubahan yang cukup berarti dalam kehidupan kami.

Dia datang kali ini ke Indonesia sendiri untuk menyelesaikan sesuatu urusan. Ayah mertuaku masih nampak muda diumurnya menjelang akhir 50-an, meski kulihat ada beberapa helai uban di rambutnya. Sekarang suasana di rumah lebih hangat, penuh canda dan gelak tawa.

Aku lebih berkonsentrasi untuk segera menyelesaikan semua ini secepatnya. Kedua pahaku mengempit kepalanya seolah ingin membenamkan wajah itu ke dalam selangkanganku. Jilatan dan hisapan mulut mertuaku benar-benar membuatku tak berdaya. “Oooohhhhh…….aaaa….aaaaa……aaauugghhh hhhh hh..!!!!! ” aku menjerit lirih begitu aliran itu mendobrak pertahananku. Aku yang tadi begitu ngotot tidak akan memberikan tubuhku padanya, kini malah meminta-minta. Tetapi saat itu aku sudah tak perduli dan takkan menyesali kenikmatan yang kualami. Kontolnya bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitive. Aku meregang tak kuasa menahan desiran-desiran yang mulai berdatangan seperti gelombang mendobrak pertahananku. Aku tak sadar kenapa diriku jadi begitu antusias untuk melakukannya dengan sepenuh hati. Aku langsung menindihnya dan menicumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya. Kulirik kewajah mertuaku kelihatannya menyukai perubahanku ini. ” pekik mertuaku tertahan ketika batangnya kubimbing memasuki liang memekku. Saking dahsyatnya, tubuh kami terjatuh dari ranjang.

Jilatan dan kulumanku pada batang kontolnya semakin mengganas sampai-sampai mertuaku terengah-engah merasakan kelihaian permainan mulutku. Saking penasarannya, aku jadi kurang memperhatikan perbuatan mertuaku padaku. Kurasakan cairan kewanitaanku menyembur tak tertahankan. Tubuhku menggelepar seperti ikan terlempar ke darat merasakan kenikmatan ini. Aku sudah tidak mempunyai cukup tenaga lagi untuk mempertahankan kehormatanku, aku hanya tergolek lemah tak berdaya saat mertuaku mulai menindih tubuhku. Sementara mertuaku dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulnya naik turun, ke kiri dan ke kanan. Biarlah terjadi seperti ini, toh mertuaku tidak akan selamanya berada di sini. Aku berjanji pada diriku sendiri, ini merupakan yang terakhir kalinya. Apalagi sejak tadi mertuaku terus-terusan menggerakan kontolnya di dalam memekku. Kembali kuselomoti batang kontolnya yang tegak bagai tiang pancang beton itu. Belum sempat ia akan mengucapkan sesuatu, aku langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuh mertuaku. Tubuhku turun perlahan-lahan, menelan habis seluruh batangnya. Pinggulku mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Menjilat-jilat seluruh permukaan dadaku yang berlumuran air susuku dan akhirnya menciumi putting susuku. Untunglah ranjang itu tidak terlalu tinggi dan permukaan lantainya tertutup permadani tebal yang empuk sehingga kami tidak sampai terkilir atau terluka.

Mungkin karena badan terasa penat dan pegal sehabis senam, aku jadi mengantuk dan setelah si kecil kenyang dan tidur, aku menidurkan si kecil di box tempat tidurnya. Saking sudah sangat mengantuk, tanpa terasa aku langsung tertidur. Setengah bermimpi, aku merasakan tubuhku begitu nyaman. Nampak wajah mertuaku meringis menahan remasan lembut tanganku pada batangnya.

Rasa penat dan pegal-pegal tadi seperti berangsur hilang… Rasa nyaman sedikit demi sedikit berubah menjadi sesuatu yang membuatku melayang-layang. Rupanya entah dengan cara bagaimana dia bisa memancing hubungan kita suami istri dari Toni. benar-benar bodoh si Toni, batinku, nggak tahu kelakuan Bapaknya. Aku mulai bergerak turun naik menyusuri batangnya yang besar panjang dan teramat keras itu.

Cerita sedarah Video Bokep dan Foto Bugil Cerita dewasa anak ngentot ibu kandung Cerita Dewasa Cerita dewasa ayah menyetubuhi Cerita antara anak ... Cerita Dengan Ibu Mertua Ibu Mertua oh Cerita Cerita Sex Sedarah Namaku Novianti. Sudah menikah setahun lebih dan baru mempunyai seorang bayi laki-laki. Selewat 40 hari dari melahirkan, suamiku masih takut untuk berhubungan seks.Aku seperti dibuai oleh hembusan angin semilir yang menerpa bagian-bagian peka di tubuhku. “Jangan menyebut-nyebut si Toni saat ini, Bapak tahu Toni belum lagi menggauli nak Novi, sejak nak Novi habis melahirkan… Mertuaku sambil terus mendesakku berkata bahwa ia telah berhubungan dengan banyak wanita lain selain ibu mertua dan dia tak pernah mendapatkan wanita yang mempunyai tubuh yang semenarik seperti tubuhku ini. Ia hanya mencoba merayuku dengan rayuan murahan dan menganggap aku akan merasa tersanjung. tapi sudah tidak ada lagi ruang gerak bagiku di sudut tempat tidur. Sekali-sekali ujung telunjukku mengusap moncongnya yang sudah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya.Tanpa sadar aku menggeliat merasakan semua ini sambil melenguh perlahan. Malah belaian, sentuhan serta remasan suamiku ke tubuhku makin terasa nyata. Ketika kutatap wajahnya, aku melihat mimik mukanya yang nampaknya makin hitam karena telah dipenuhi nafsu birahi. Raut mukanya kelihatan sedikit kecewa namun bercampur sedikit lega karena aku masih mau bernegosiasi. Kudengar mertuaku kembali melenguh merasakan ngilu akibat usapanku.Ibu mertua nggak bisa ikut karena katanya kakinya sakit. Tubuhnya yang tinggi besar, dengan kulit gelap masih tegap dan berotot. Ayah mertuaku orangnya memang pandai membawa diri, pandai mengambil hati orang.

Ketika sampai waktu kedatangannya, kami menjemput di airport, suamiku langsung mencari-cari ayahnya. Kelihatannya ia tidak pernah meninggalkan kebiasaannya berolah raga sejak dulu. ”, sapa ayah mertua padaku ketika selesai berpelukan dengan suamiku. Dengan adanya ayah mertua, suamiku jadi lebih betah di rumah. Akan tetapi pada hari-hari tertentu, tetap saja pekerjaan kantornya menyita waktunya sampai malam, sehingga dia baru sampai kerumah di atas jam 10 malam.Dalam tidurku, aku bermimpi suamiku sedang membelai-belai tubuhku dan kerena memang telah cukup lama kami tidak berhubungan badan, sejak kandunganku berumur 8 bulan, yang berarti sudah hampir 3 bulan lamanya, maka terasa suamiku sangat agresif menjelajahi bagian-bagian sensitif dari sudut tubuhku. Kemudian aku mengira ini perbuatan suamiku yang telah kembali dari kantor. Aku mulai berpikir bagaimana caranya untuk menurunkan hasrat birahi mertuaku yang kelihatan sudah menggebu-gebu. “Baiklah..”, kata mertuaku seakan tidak punya pilihan lain karena aku ngotot tak akan memberikan apa yang dimintanya. Aku terlalu yakin bahwa jalan keluar ini akan meredam keganasannya. Sialan, ternyata dia sudah tidak memakai celana dalam lagi. Mana hitam lagi, dengan kepalanya yang mengkilap bulat besar sangat tegang berdiri dengan gagah perkasa, padahal usianya sudah tidak muda lagi. Bagaimananpun baru kali ini aku memegang kontol orang selain milik suamiku, mana sangat besar lagi sehingga hampir tak bisa muat dalam tanganku. Kudengar lenguhan nikmat keluar dari mulutnya seraya menyebut namaku. Aku tahu dia sudah sangat bernafsu sekali dan mungkin dalam beberapa kali kocokan ia akan menyemburkan air maninya.